Distributor Alat Peraga Edukatif Nama Nabi Spon Sulawesi Selatan

Diposting pada 46 views

Distributor Alat Peraga Edukatif Nama Nabi Spon Sulawesi Selatan

Distributor alat peraga edukatif Nama Nabi Spon Sulawesi Selatan. Alat peraga edukatif Nama Nabi Spon terbuat dari busa ati warna warni dengan finising yang halus dan rapi sehingga menarik dan aman digunakan sebagai media pembelajaran untuk anak usia dini tingkat PAUD dan TK. Untuk informasi harga, cara pengunaan, fungsi dan manfaat alat peraga edukatif Nama Nabi Spon ini, silahkan KLIK DISINI.

Distributor Alat Peraga Edukatif Nama Nabi Spon Sulawesi Selatan
Alat Peraga Edukatif Nama Nabi Spon Sulawesi Selatan

Madaniah adalah pabrik produsen pembuatan alat peraga edukasi (APE) mainan anak indoor yang berkualitas bagus dengan harga murah. Kami menyediakan dan menjual alat peraga edukatif ber-SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK). Selain tempat produksi, madaniah juga menjadi toko distributor suplier alat peraga edukatif. Kami siap menerima pesanan untuk dinas pendidikan, DIKNAS, BKKBN (BKBKIT), Kelompok Bermain (KB), CSR, HIMPAUDI dan menerima proyek pengadaan paket alat peraga edukatif (APE) sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (Juklak Juknis) Bantuan Operasional Paud (BOP) tentang penggunaan dana komponen kegiatan pembelajaran bermain Kabupaten di wilayah propinsi Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Bantaeng, Barru, Watampone Bone, Bulukumba, Enrekang, Sungguminasa Gowa, Bontosunggu Jeneponto, Benteng Kepulauan Selayar, Belopa Luwu, Malili Luwu Timur, Masamba Luwu Utara, Turikale Maros, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Pinrang, Watang Sidenreng Sidenreng Rappang, Balangnipa Sinjai, Watansoppeng Soppeng, Pattallassang Takalar, Makale Tana Toraja, Rantepao Toraja Utara, Sengkang Wajo, Kota Makassar, Kota Palopo, Kota Parepare dengan harga murah dan model terbaru.

Selain Alat Peraga Edukatif Nama Nabi Spon, berikut beberapa contoh alat peraga edukatif produksi madaniah yaitu panggung boneka besar, panggung boneka kecil, papan absen + isi, papan alphabet kombinasi, papan alur kecil, papan hijaiyyah berdiri, papan panel + isi, pasak geometri, pasak warna, pasir kinetik kecil dan masih banyak model alat peraga lainnya. Alat peraga edukasi atau mainan peraga yang berbahan dasar dari kayu, dikerjakan dengan rapi, halus, serta menggunakan lapisan cat non toxic yang tidak mengandung racun sehingga aman digunakan untuk media pembelajaran anak usia dini.

Untuk informasi, konsultasi, dan pemesanan silahkan datang ke kantor/workshop kami atau menghubungi nomor kontak telepon kami Selama jam kerja, 08.00-16.00.

Ulasan Singkat Sekilas Tentang Wilayah Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan (disingkat Sulsel) (Lontara: ᨔᨘᨒᨓᨙᨔᨗ ᨔᨒᨈ ) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Sulawesi. Ibu kotanya adalah Makassar.

Provinsi Sulawesi Selatan terletak di 0°12′ – 8° Lintang Selatan dan 116°48′ – 122°36′ Bujur Timur. Luas wilayahnya 45.764,53 km². Provinsi ini berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat di utara, Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara di timur, Selat Makassar di barat dan Laut Flores di selatan. Sampai dengan Mei 2010, jumlah penduduk di Sulawesi Selatan terdaftar sebanyak 8.032.551 jiwa dengan pembagian 3.921.543 orang laki-laki dan 4.111.008 orang perempuan. Pada tahun 2013, penduduk di Sulawesi Selatan sudah mencapai 8.342.047 jiwa.

Pada sekitar abad ke-14 di Sulawesi Selatan terdapat sejumlah kerajaan kecil, dua kerajaan yang menonjol ketika itu adalah Kerajaan Gowa yang berada di sekitar Makassar dan Kerajaan Bugis yang berada di Bone. Pada tahun 1530, Kerajaan Gowa mulai mengembangkan diri, dan pada pertengahan abad ke-16 Gowa menjadi pusat perdagangan terpenting di wilayah timur Indonesia. Pada tahun 1605, Raja Gowa memeluk Agama Islam serta menjadikan Gowa sebagai Kerajaan Islam, dan antara tahun 1608 dan 1611, Kerajaan Gowa menyerang dan menaklukkan Kerajaan Bone sehingga Islam dapat tersebar ke seluruh wilayah Makassar dan Bugis.

Perusahaan dagang Belanda atau yang lebih dikenal dengan nama VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) yang datang ke wilayah ini pada abad ke-15 melihat Kerajaan Gowa sebagai hambatan terhadap keinginan VOC untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di daerah ini. VOC kemudian bersekutu dengan seorang pangeran Bugis bernama Arung Palakka yang hidup dalam pengasingan setelah jatuhnya Bugis di bawah kekuasaan Gowa.

Belanda kemudian mensponsori Palakka kembali ke Bone, sekaligus menghidupkan perlawanan masyarakat Bone dan Sopeng untuk melawan kekuasaan Gowa. Setelah berperang selama setahun, Kerajaan Gowa berhasil dikalahkan. Dan Raja Gowa, Sultan Hasanuddin dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bungaya yang sangat mengurangi kekuasaan Gowa. Selanjutnya Bone di bawah Palakka menjadi penguasa di Sulawesi Selatan.

(Sumber)

Distributor Alat Peraga Edukatif Nama Nabi Spon Sulawesi Selatan