Distributor Bakiak Kayu Dewasa Isi 4 Sulawesi Tengah

Diposting pada 52 views

Distributor Bakiak Kayu Dewasa Isi 4 Sulawesi Tengah

Distributor Bakiak Kayu Dewasa Isi 4 Sulawesi Tengah . Alat permainan tradisional bakiak kayu dewasa isi 4 terbuat dari kayu yang kuat dan berkualitas dengan finising yang halus dan rapi serta dilapisi dengan cat non toxic warna warni sehingga menarik dan aman digunakan sebagai media perlombaan atau pertandingan seperti perayaan HUT 17-an Hari Kemerdekaan RI, seperti perlombaan antara kampung / desa, perlombaan antar karyawan kantor, dan perlombaan antar kelas di sekolah. Untuk informasi harga dan pemesanan Bakiak Kayu Dewasa isi 4 ini, silahkan KLIK DISINI.

Distributor Bakiak Kayu Dewasa Isi 4 Sulawesi Tengah
Bakiak Kayu Dewasa Isi 4 Sulawesi Tengah

Madaniah adalah pabrik produsen pembuatan alat peraga edukasi (APE) mainan anak indoor dan permainan anak tradisional yang berkualitas bagus dengan harga murah. Selain tempat produksi, madaniah juga menjadi toko distributor suplier yang menyediakan dan menjual alat permainan tradisional. Kami siap menerima pesanan untuk dinas pendidikan, sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), serta menerima proyek pengadaan paket alat permainan tradisional untuk kegiatan pembelajaran maupun berbagai kegiatan perlombaan di wilayah Propinsi Sulawesi Tengah seperti di Kabupaten Luwuk Banggai, Salakan Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Buol, Donggala, Bungku Morowali, Kolonedale Morowali Utara, Parigi Moutong, Poso, Sigi, Ampana Tojo Una-Una, Tolitoli, Kota Palu dengan harga murah dan model terbaru.

Selain alat permainan tradisional bakiak kayu dewasa isi 4, berikut beberapa alat permainan tradisional yang juga di produksi madaniah yaitu Bakiak Kayu Isi 2 Anak, Bakiak Kayu Isi 3 Anak, Bakiak Kayu Isi 4 Anak, Bakiak Tali Untuk Anak, Alat Musik Angklung, Kulintang Atau Karawitan, Mainan Kuda Lumping / Jaran Kepang, Dakon/Congklak, Tek-Tek Belalang, Yoyo dan masih banyak model alat peraga lainnya. Alat permainan tradisional berbahan dasar dari kayu, dikerjakan dengan rapi dan halus. Selain memproduksi permainan tradisional, madaniah juga memproduksi Alat Peraga Edukatif untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK).

Untuk informasi, konsultasi, dan pemesanan silahkan datang ke kantor/workshop kami atau menghubungi nomor kontak telepon kami Selama jam kerja, 08.00-16.00. 

Ulasan Singkat Sekilas Tentang Wilayah Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah (disingkat Sulteng) adalah sebuah provinsi di bagian tengah Pulau Sulawesi, Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Palu. Luas wilayahnya 61.841,29 km², dan jumlah penduduknya 3.222.241 jiwa (2015). Sulawesi Tengah memiliki wilayah terluas di antara semua provinsi di Pulau Sulawesi, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Pulau Sulawesi setelah provinsi Sulawesi Selatan. Gubernur yang menjabat sekarang adalah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. bersama dengan (Alm) Sudarto untuk periode kedua.
Wilayah sepanjang pesisir barat Sulawesi Tengah, dari Kaili hingga Tolitoli, ditaklukkan oleh Kerajaan Gowa sekitar pertengahan abad ke-16 di bawah kepemimpinan Raja Tunipalangga.[7] Wilayah di sekitar Teluk Palu merupakan pusat dan rute perdagangan yang penting, produsen minyak kelapa, dan “pintu masuk” ke pedalaman Sulawesi Tengah.[8] Di sisi lain, daerah Teluk Tomini sebagian besar berada di bawah kekuasaan Kerajaan Parigi. Pada tahun 1824, perwakilan Kerajaan Banawa dan Kerajaan Palu menandatangani Korte Verklaring (Perjanjian Pendek) dengan pemerintah kolonial. Kapal-kapal Belanda mulai sering berlayar di bagian selatan Teluk Tomini setelah tahun 1830.[10]

Sulawesi Tengah baru benar-benar “diperhatikan” oleh Pemerintah Hindia Belanda pada periode tahun 1860-an. Seorang pejabat pemerintah bernama Johannes Cornelis Wilhelmus Diedericus Adrianus van der Wyck, berhasil mengunjungi Danau Poso pada tahun 1865—menjadi orang Eropa dan Belanda pertama yang melakukannya. Langkah ini diikuti oleh pejabat pemerintah lainnya, Willem Jan Maria Michielsen, pada tahun 1869. Wacana untuk menduduki wilayah ini ditolak—merujuk kepada kebijakan anti-ekspansi yang dikeluarkan pemerintah kolonial pada zaman itu. Baru pada tahun 1888, sebagian besar wilayah ini mulai menjalin hubungan dengan pemerintah di Batavia melalui perjanjian pendek yang ditandatangani oleh para raja dan penguasa lokal, sebagai tindakan antisipasi pemerintah terhadap kemungkinan tersebarnya pengaruh politik dan ekonomi Britania Raya di wilayah ini.

Pada periode tersebut, Sulawesi Tengah berada di bawah yurisdiksi Afdeling Gorontalo, yang berpusat di Gorontalo. G. W. W. C. Baron van Höevell, Asisten Residen Gorontalo, khawatir pengaruh Islam yang begitu kuat di Gorontalo akan meluas ke wilayah Sulawesi Tengah—yang saat itu masih belum dimasuki agama samawi, dan penduduknya sebagian besar masih pagan, penganut animisme, dan memeluk agama suku. Baginya, agama Kristen adalah penyangga yang paling efektif melawan pengaruh Islam.[12] Ia menghubungi lembaga misionaris Belanda, Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG), dan meminta mereka untuk menempatkan seorang misionaris di wilayah ini. Pada tahun 1892, NZG kemudian mengirimkan misionaris bernama Albertus Christiaan Kruyt, yang ditempatkan di Poso. Langkah ini dilanjutkan pada tahun 1894, ketika pemerintah mengangkat Eduard van Duyvenbode Varkevisser, sebagai Kontrolir atau pejabat pemerintah yang akan menjadi pengawas dan pemimpin wilayah di Poso

(sumber)

 

Distributor Bakiak Kayu Dewasa Isi 4 Sulawesi Tengah